Pages

Subscribe:

Blogroll

Blogger news

Sabtu, 24 Agustus 2013

PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR DAN TEMPAT TERHADAP PERCEPATAN PERKECAMBAHAN PADA BIJI KACANG HIJAU












Disusun oleh :
Dewa Ketut Wisnu Sanjaya W





KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah- NYA sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Penyusun juga panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan kerido’an-NYA KARYA ILMIAH dengan judul “PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR DAN TEMPAT TERHADAP PERCEPATAN PERKECAMBAHAN PADA BIJI KACANG HIJAU” ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis berharap saran dan kritik demi perbaikan-perbaikan lebih lanjut.

Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.


Surabaya,22 Juni 2013




Dewa Ketut Wisnu S.W




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................   2
BAB I  PENDAHULUAN...........................................................................................    4
1.      RATA BELAKANG MASLAH.................................................................... 
2.      RUMUSAN MASLAH.............................................................................   5
3.      TUJUAN...............................................................................................                 
BAB II TUJUAN PUSTAKA......................................................................................     6
1.      KAJIAN TEORI......................................................................................
2.      HIPOTESA............................................................................................     7
BAB III RANGKAIAN PENELITIAN...........................................................................   8
1.      POPULASI DAN SAMPEL......................................................................
2.      RANCANGAN PENELITIAN...................................................................
3.      PROSEDUR..........................................................................................
4.      VARIABEL BEBAS.................................................................................    9
5.      VARIABEL TERIKAT..............................................................................
6.      VARIABEL KONTROL............................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN....................................................................................                 10
                                                                                                              







BAB I PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Dalam kehidupan organisme, baik hewan maupun tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif, dan diukur dengan menggunakan busur pertumbuhan. Sedangkan perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dapat dilihat dari perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan merupakan hasil interaksi kompleks dua faktor. Faktor tersebut dibedakan menjadi internal dan eksternal.
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain : air, cahaya, suhu, kelembaban dan oksigen.
Faktor eksternal merupakan salah satu faktor yang ada di sekeliling tumbuhan salah satunya yaitu manusia. Dan manusia sngatlah membutuhkan ilmu pengetahuan untuk membantu proses perkecambahan.
Ilmu dalam hal perkecambahan/ penanaman sangatlah penting dalam dunia tumbuhan. Hal tersebut sangat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang sebuah tumbuhan. Sebuah tumbuhan tidak akan tumbuh subur jika cara penanaman yang dilakukan salah atau kurang tepat. Sumber Daya Manusia (SDM) juga merupakan factor pendukung yang sangatlah penting.
Betapa pentingnya factor Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap penanaman sebuah tambuhan pada saat ini. Dimana Sumber Daya Manusia (SDM) bertugas membantu tumbuh kembang  sebuah tumbuhan. Maka tugas manusia dalam haal ini sangatlah vital karena buka hanya membantu melestarikan melainkan turut merawat dan menjaga bumi dari berbagai kerusakan alami.
Maka tidak salah jika terkadang bencana alam yang terjadi disebabkan akibat ulah tangan manusia. Maka judul Karya Ilmiah Remaja sengaja saya pilih karena menarik perhatian para pembaca untuk dicermati dan dipelajari dengan sebagai mana mestin


B.    RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dikemukakan rumusan permasalahan penelitian “adakah pengaruh suhu air dan tempat yang berbeda pada media tanam dalam proses perkecambahan pada biji kacang hijau?”


C.      TUJUAN

Adapun tujuan yang harus dicapai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :

1.       Untuk membandingkan kecepatan tumbuh biji kacang hijau yang berbeda cara dengan menggunakan suhu air  yang berbeda pada menyiram tanam dan tempat yang berbeda pada tanam.
2.       Untuk mengetahui perbedaan tumbuh biji kaacang hijau yang berbeda cara dengan menggunakan suhu air yang berbeda pada menyiram tanam dan tempat yang berbeda pada tanam.













BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.    KAJIAN TEORI

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan.  Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembanmgan embrio. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh cahaya, suhu, dan oksigen. Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu :
1.     Perkecambahan Epigeal merupakan pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan pluma dan kotiledon terdorong kepermukaan tanah.
2.     Perkecambahan Hipogeal  merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam tanah.
      Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan pada tumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur). Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu :
1.     Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel meristem yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Pertumbuhan primer terjadi pada embrio, ujung batang, dan ujung akar.
Berdasarkan aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar belakang meristem apikal dibedakan menjadi tiga, yaitu :
§ Daerah pembelahan sel, sel-sel di daerah ini aktif membelah, dan sifatnya tetap meristematik, daerah ini biasanya terdapat di ujung akar.
§ Daerah pemanjangan sel, merupakan daerah yang sel-selnya mengalami perubahan volume sehingga akan cepat memanjang. Daerah ini terletak di belakang daerah pembelahan.
§ Daerah diferensiasi, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus.
2.Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan. Pada pertumbuhan sekunder yang aktif membelah adalah sel-sel meristem yang terdapat pada kambium. Sel-sel tersebut akan melakukan pembelahan secara radial, yaitu pembelahan sel yang terdapat disekitar xylem mengarah ke dalam dan sel-sel yang terdapat disekitar floem mengarah keluar.






B.    HIPOTESA

Berdasarkan pengetahuan saya, terjadinya perkecambahaan pada biji kacang hijau dengan menggunakan suhu air dan tempat yang berbeda akan mempengaruhi percepatan dan perkembangan pada tanaman biji kacang hijau. Saya menggunakan 2 tanam biji kacang hijau yang perlakuannya beda yaitu dengan air dingin yang saya letakkan di lemari es dan air biasa yang saya letakkan di teras/halaman rumah.

































BAB III RANGKAIAN PENELITIAN

A.     POPULASI DAN SAMPEL

Populasi             : kacang hijau
Sample                : 5 butir biji kacang hijau

B.      RANCANGAN PENELITIAN

Perakuan I         : biji kacang hijau disiram menggunakan air dingin (lemari es).

Perlakuan II      : biji kacang hijau disiram menggunakan air biasa (teras/halaman rumah).


C.      PROSEDUR KERJA

Prosedur kerja dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.       MENYIAPKAN ALAT DAN BAHAN

Pada sesi ini saya akan menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang saya gunakan dalam penelitiaan ini. Saya akan menyiapkan media tanam dan biji kacang hijau.

2.       PELAKSANAAN PENELITIAN

Setelah menyiapkan segala sesuatunya, selanjutnya adalah pelaksanaan penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu 7 hari. Dalam penelitian ini saya menilai, meneliti dan menanggapi tentang pengaruh tempat pada proses perkecambahan biji kacang hijau.


3.       JADWAL PENELITIAN

Hari ke 1     : mencari alat dan bahan yang dibutuhkan
Hari ke 2     : mempersiapkan alat dan bahan
Hari ke 3-9 : melakukan penelitan
Hari ke 10   : menganalisis data
Hari ke 11   : membuat laporan

D.     VARIABEL PENELITIAN

VARIABEL BEBAS
Menggunakan tempat media tanam yang berbeda, yaitu menyiram tanaman dengan air dingin yang di tempatkan di lemari es dan air biasa yang di tempatkan di teras/halaman rumah.
VARIABEL TERIKAT
Perbedaan kecepatan tumbuh dan berkembang perkecambahan pada biji kacang hijau.
VARIABEL KONTROL
Biji kacang hijau,tempat tanam, volume air, jenis kapas.



















BAB IV HASIL PENELITIAN
A.      DATA/TABEL PENGAMATAN


Hari 1
Hari 2
Hari 3
Hari 4
Hari 5
Perlakuan I
(di lemari es)

0cm
0cm
0cm
0cm
0cm
Perlakuan II
(di teras/halaman rumah)
0cm
1,6cm
2,7cm
3,6cm
5,05cm


B.      Analisa data
Menurut analisa saya suhu dan tempat yang berbeda akan mempengaruhi tumbuh dan berkembang suatu tanam biji kacang hijau

C.      KESIMPULAN
                          Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa jika kita menempatkan tanam biji kacang hijau pada suhu yang optimal yaitu pada teras/halaman rumah dan menggunakan air biasa akan tumbuh dan berkembang secara normal dan jika kita menempatkan tanam biji kacang hijau dengan suhu yang rendah yaitu pada lemari es dan menyiramnya dengan air dingin maka biji tanam kacang hijau tidak akan tumbuh.






0 komentar:

Posting Komentar