PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR DAN TEMPAT TERHADAP
PERCEPATAN PERKECAMBAHAN PADA BIJI KACANG HIJAU
Disusun oleh :
Dewa Ketut Wisnu
Sanjaya W
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah- NYA sehingga kita
semua dalam keadaan sehat walafiat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
Penyusun juga panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan kerido’an-NYA
KARYA ILMIAH dengan judul “PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR DAN TEMPAT TERHADAP
PERCEPATAN PERKECAMBAHAN PADA BIJI KACANG HIJAU” ini dapat terselesaikan.
Penulis
menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, makalah ini
tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala
kerendahan hati penulis berharap saran dan kritik demi perbaikan-perbaikan
lebih lanjut.
Akhirnya penulis
berharap, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.
Surabaya,22 Juni 2013
Dewa Ketut Wisnu S.W
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................................. 2
BAB I
PENDAHULUAN........................................................................................... 4
1.
RATA BELAKANG
MASLAH....................................................................
2.
RUMUSAN MASLAH............................................................................. 5
3.
TUJUAN...............................................................................................
BAB II TUJUAN
PUSTAKA...................................................................................... 6
1.
KAJIAN
TEORI......................................................................................
2.
HIPOTESA............................................................................................ 7
BAB III
RANGKAIAN PENELITIAN........................................................................... 8
1.
POPULASI DAN
SAMPEL......................................................................
2.
RANCANGAN
PENELITIAN...................................................................
3.
PROSEDUR..........................................................................................
4.
VARIABEL
BEBAS................................................................................. 9
5.
VARIABEL
TERIKAT..............................................................................
6.
VARIABEL
KONTROL............................................................................
BAB IV HASIL
PENELITIAN.................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Pertumbuhan dan perkembangan
merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Dalam
kehidupan organisme, baik hewan maupun tumbuhan mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif, dan
diukur dengan menggunakan busur pertumbuhan. Sedangkan perkembangan tidak dapat
dinyatakan dengan ukuran tetapi dapat dilihat dari perubahan bentuk dan tingkat
kedewasaan.
Pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan merupakan hasil interaksi kompleks dua faktor.
Faktor tersebut dibedakan menjadi internal dan eksternal.
Faktor eksternal yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain : air, cahaya,
suhu, kelembaban dan oksigen.
Faktor eksternal merupakan
salah satu faktor yang ada di sekeliling tumbuhan salah satunya yaitu manusia.
Dan manusia sngatlah membutuhkan ilmu pengetahuan untuk membantu proses
perkecambahan.
Ilmu dalam hal perkecambahan/
penanaman sangatlah penting dalam dunia tumbuhan. Hal tersebut sangat
berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang sebuah tumbuhan. Sebuah tumbuhan
tidak akan tumbuh subur jika cara penanaman yang dilakukan salah atau kurang
tepat. Sumber Daya Manusia (SDM) juga merupakan factor pendukung yang sangatlah
penting.
Betapa pentingnya factor
Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap penanaman sebuah tambuhan pada saat ini.
Dimana Sumber Daya Manusia (SDM) bertugas membantu tumbuh kembang sebuah tumbuhan. Maka tugas manusia dalam
haal ini sangatlah vital karena buka hanya membantu melestarikan melainkan
turut merawat dan menjaga bumi dari berbagai kerusakan alami.
Maka tidak salah jika
terkadang bencana alam yang terjadi disebabkan akibat ulah tangan manusia. Maka
judul Karya Ilmiah Remaja sengaja saya pilih karena menarik perhatian para
pembaca untuk dicermati dan dipelajari dengan sebagai mana mestin
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang
di atas, maka dapat dikemukakan rumusan permasalahan penelitian “adakah
pengaruh suhu air dan tempat yang berbeda pada media tanam dalam proses
perkecambahan pada biji kacang hijau?”
C.
TUJUAN
Adapun tujuan yang harus dicapai dalam penulisan karya ilmiah
ini adalah :
1.
Untuk membandingkan kecepatan
tumbuh biji kacang hijau yang berbeda cara dengan menggunakan suhu air yang berbeda pada menyiram tanam dan tempat
yang berbeda pada tanam.
2.
Untuk mengetahui perbedaan
tumbuh biji kaacang hijau yang berbeda cara dengan menggunakan suhu air yang berbeda pada menyiram tanam dan tempat yang
berbeda pada tanam.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.
KAJIAN TEORI
Pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan diawali dengan
perkecambahan. Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan
perkembanmgan embrio. Proses perkecambahan dipengaruhi oleh cahaya, suhu, dan
oksigen. Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah dikenal dua macam
tipe perkecambahan, yaitu :
1. Perkecambahan Epigeal merupakan pertumbuhan memanjang
dari hipokotil yang menyebabkan pluma dan kotiledon terdorong kepermukaan
tanah.
2. Perkecambahan Hipogeal merupakan
pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus
kulit biji dan muncul di atas tanah, tetapi kotiledon tetap berada di dalam
tanah.
Pertumbuhan
merupakan proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible (tidak
dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan pada tumbuhan bersifat kuantitatif
(dapat diukur). Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer merupakan proses aktivitas sel-sel meristem
yang menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Pertumbuhan primer terjadi
pada embrio, ujung batang, dan ujung akar.
Berdasarkan aktivitasnya, daerah pertumbuhan pada ujung batang dan
ujung akar belakang meristem apikal dibedakan menjadi tiga, yaitu :
§ Daerah pembelahan sel, sel-sel di daerah ini aktif membelah, dan
sifatnya tetap meristematik, daerah ini biasanya terdapat di ujung akar.
§ Daerah pemanjangan sel, merupakan daerah yang sel-selnya mengalami
perubahan volume sehingga akan cepat memanjang. Daerah ini terletak di belakang
daerah pembelahan.
§ Daerah diferensiasi, merupakan daerah yang sel-selnya
berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus.
2.Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan
kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan
menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan. Pada pertumbuhan sekunder
yang aktif membelah adalah sel-sel meristem yang terdapat pada kambium. Sel-sel
tersebut akan melakukan pembelahan secara radial, yaitu pembelahan sel yang
terdapat disekitar xylem mengarah ke dalam dan sel-sel yang
terdapat disekitar floem mengarah keluar.
B.
HIPOTESA
Berdasarkan
pengetahuan saya, terjadinya perkecambahaan pada biji kacang hijau dengan
menggunakan suhu air dan tempat yang berbeda akan
mempengaruhi percepatan dan perkembangan pada tanaman biji kacang hijau. Saya
menggunakan 2 tanam biji kacang hijau yang perlakuannya beda yaitu dengan air
dingin yang saya letakkan di lemari es dan air biasa yang saya letakkan di
teras/halaman rumah.
BAB III RANGKAIAN
PENELITIAN
A. POPULASI DAN SAMPEL
Populasi : kacang hijau
Sample : 5 butir
biji kacang hijau
B. RANCANGAN PENELITIAN
Perakuan
I : biji kacang hijau disiram menggunakan air dingin (lemari es).
Perlakuan
II : biji kacang hijau disiram menggunakan air biasa (teras/halaman rumah).
C. PROSEDUR KERJA
Prosedur
kerja dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. MENYIAPKAN ALAT DAN BAHAN
Pada
sesi ini saya akan menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang saya gunakan dalam
penelitiaan ini. Saya akan menyiapkan media tanam dan biji kacang hijau.
2. PELAKSANAAN PENELITIAN
Setelah
menyiapkan segala sesuatunya, selanjutnya adalah pelaksanaan penelitian yang
dilakukan dalam kurun waktu 7 hari. Dalam penelitian ini saya menilai, meneliti
dan menanggapi tentang pengaruh tempat pada proses perkecambahan biji kacang
hijau.
3. JADWAL PENELITIAN
Hari ke 1 : mencari alat dan bahan yang dibutuhkan
Hari ke 2 : mempersiapkan alat dan bahan
Hari ke 3-9 : melakukan penelitan
Hari ke 10 : menganalisis data
Hari ke 11 : membuat laporan
D.
VARIABEL
PENELITIAN
VARIABEL BEBAS
Menggunakan
tempat media tanam yang berbeda, yaitu menyiram tanaman dengan air dingin yang di tempatkan di lemari es dan air
biasa yang di tempatkan di teras/halaman rumah.
VARIABEL TERIKAT
Perbedaan
kecepatan tumbuh dan berkembang perkecambahan pada biji kacang hijau.
VARIABEL KONTROL
Biji kacang
hijau,tempat tanam, volume air, jenis kapas.
BAB IV HASIL
PENELITIAN
A.
DATA/TABEL PENGAMATAN
|
Hari 1
|
Hari 2
|
Hari 3
|
Hari 4
|
Hari 5
|
Perlakuan I
(di
lemari es)
|
0cm
|
0cm
|
0cm
|
0cm
|
0cm
|
Perlakuan
II
(di
teras/halaman rumah)
|
0cm
|
1,6cm
|
2,7cm
|
3,6cm
|
5,05cm
|
B.
Analisa data
Menurut analisa saya suhu dan tempat yang berbeda akan mempengaruhi tumbuh
dan berkembang suatu tanam biji kacang hijau
C.
KESIMPULAN
Dari hasil
pengamatan dapat disimpulkan bahwa jika kita menempatkan tanam biji kacang
hijau pada suhu yang optimal yaitu pada teras/halaman rumah dan menggunakan air
biasa akan tumbuh dan berkembang secara normal dan jika kita menempatkan tanam
biji kacang hijau dengan suhu yang rendah yaitu pada lemari es dan menyiramnya
dengan air dingin maka biji tanam kacang hijau tidak akan tumbuh.